Fragmen Adab Sulukil Murid Karya Imam Al-Haddad

SAYA ingin membagikan isi dari kitab tassawuf berjudul Etika Kaum Sufi (Mutiara Ilmu: Surabaya, 2012) atau dalam judul aslinya Adab Sulukil Murid karya Syeikh Abdulllah bin Alawi al-Haddad, akrab disebut dengan Imam al-Haddad.

Imam al-Haddad merupakan ulama besar dari Hadramaut, Yaman, dan juga cicit dari junjungan kita Rasulullah SAW. Perlu diketahui, beliau merupakan seorang tunanetra. Imam al-Haddah lahir pada Kamis, 5 Shofar 1040 Hijriah atau (12/9/1630) dan wafat pada 7 Dzulqodah 1132 Hijriah (9/9/1720).

PASAL: TENTANG LARANGAN BAGI SEORANG YANG MERASA MALAS UNTUK BERIBADAH DAN CONDONG KEPADA PERBUATAN DOSA

Wahai murid yang budiman, jika engkau condong kepada kemalasan dan berat untuk mengerjakan berbagai amal kebajikan, maka kembalikanlah dengan perasaan berharap kepada Allah yaitu mengingat janji Allah bagi orang-orang yang mentaati-Nya yang akan diberi ganjaran yang besar, kesenangan yang abadi, akan diberi rahmat dan ridha Allah dan keabadian di dalam surga, serta akan diberi kemuliaan dan kedudukan tertinggi di sisi Allah.

Jika nafsumu condong kepada hal yang bertentangan dengan Allah, maka kembalikanlah cambuk ketakutan, yaitu hendaknya kau menghadirkan siksa Allah bagi siapapun yang menentang Allah.

Janganlah engkau meremehkan janji dan ancaman Allah yaitu surga dan neraka, hendaknya engkau selalu mengagungkan janji dan ancaman Allah dan hendaknya engkau selalu mengerjakan perintah-perintah-Nya, karena Allah adalah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Nya dan berharaplah engkau untuk dimasukkan ke dalam surga dan dijauhkan dari api neraka dengan karunia dan rahmat-Nya.

Jika setan berkata kepadamu: “Sesungguhnya Allah tidak butuh akan amalanmu, karena amalanmu tidak berguna bagi-Nya. Demikian pula jika engkau bermaksiat kepada-Nya, maka tidak akan merugikan Allah.”

Maka katakanlah kepada setan: “Apa yang engkau katakan adalah benar, tetapi aku butuh pemberian Allah, karena itu aku selalu mengerjakan amalan yang saleh, mentaati apa yang memberi manfaat bagiku dan menjahui apa yang menjauhkan diriku dari-Nya. Karena itu Allah memberi tahu kepada Rasul-Nya sebagai berikut: ‘Jika engkau bergembira dengan apa yang dijanjikan oleh Allah, pasti engkau akan dimasukkan ke dalam surga, baik engkau mentaati-Nya ataupun engkau menentang-Nya. Tetapi jika engkau tidak senang akan janji Allah, maka engkau akan ditempatkan di dalam api neraka, baik engkau taat kepada Allah atau menentang-Nya.'”

Jangan engkau peduli terhadap ucapan seseorang yang tidak mengetahui segala yang gaib, kecuali Allah dan tidak seorang pun yang mengetahui kesengsaraan atau kebahagiaan selain Allah. Pokoknya, setiap orang wajib mentaati Allah karena seorang yang mentaati Allah dekat dengan surga, sedangkan seorang yang menentang Allah, maka ia berakhir di neraka, karena hanya orang yang menentang Allah yang dimasukkan ke dalam api neraka.


GAMBAR UTAMA: Makam Imam al-Haddad. (Sumber: muwasala.org)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s