Pesan Sehari-hari Umar bin Khattab RA

Saya ingin membagikan pesan dari Sayyidina Umar bin Khattab, khalifah kedua umat Islam bergelar Al Faruq yang terkenal akan ketegasan dan keberaniannya.

Saya pernah baca pada Alkisah pada rubrik kisah sahabat, hanya Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib RA bergelar Abu Amarah yang memiliki keberanian setara Sayyidina Umar RA.

Pesan ini saya nukil dari buku berjudul Pesan Sehari-hari Umar bin Khathab RA karya Dr Muhammad Ahmad Asyur yang diterjemahkan oleh Achmad Sunarto dan diterbitkan Penerbit Setia Kawan, Jakarta, tahun 2000. Ada pun judul aslinya dalam bahasa Arab, yakni Nashaihu Amiril Mu’minin.

Di buku ini, pada judul tertulis Khatab, namun pada isi tertulis Khaththab dengan ra kecil, bukan RA.

Saya hanya membagi tiga pesan beliau kepada sahabat. Di buku ini ada total 86 pesan.


Saya tidak mengubah tanda baca dan tidak mengoreksi tulisan dari buku tersebut, tulisan di bawah sebagaimana adanya dalam buku.

PESAN KEDUA PULUH SEMBILAN:

WASPADALAH TERHADAP WAKTU LUANG

Umar bin Khaththab ra berpesan:

“Aku peringatkan kalian agar berhati-hati terhadap akibat waktu luang, karena ia sering membuat orang lupa bersyukur.”

(Natsar Al Durr II/60)

PESAN KEENAM PULUH LIMA

SI ALIM LISAN

Dari Umar bin Khaththab ra. mengatakan :

Yang aku khawatirkan terhadap umat ini bukanlah seorang mukmin yang terhalang oleh imannya sendiri, dan juga bukan orang fasik yang menampakkan kefasikannya secara terang-terangan. Tetapi yang aku khawatirkan terhadap mereka ialah seorang lelaki yang membaca Al Qur’an dengan cara difasih-fasihkan, kemudian dia menafsirkan secara keliru.

(Kanzu Al Ummal X/268. Diasalkan kepada Ibnu Abdul Barr)

PESAN KEDELAPAN PULUH

WASPADALAH TERHADAP MEREKA

Dari Ibnu Abbas, dia berkata : “Umar bin Khaththab berpidato di hadapan kami katanya :

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah perubahan zaman, orang berilmu yang menyimpang dari kebenaran, orang munafiq yang berdebat dengan berdasarkan Al Qur’an dan pemimpin sesat yang menyesatkan orang lain tanpa berdasarkan ilmu.”

(Sirat Umar, oleh Ibnu Al Jauzi, hal. 223. Dan Kanzu Al Ummal X/267).


Insya Allah tulisan di atas bermanfaat. 

Abdulquddus. Minggu 16 Dzulhijjah 1437 Hijriah (18/9/2016). 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s